CALIFORNIA – Badan intelejen milik Amerika Serikat (AS), National Security Agency (NSA) kerap melakukan pengintaian data-data mulai dari perusahaan dunia sampai dengan privasi seseorang. Hal yang sama juga kabarnya dilakukan oleh penyedia layanan surat elektronik Google yaitu Gmail.
Tidak mengherankan mengapa mereka melakukan pengecekan terhadap konten email para penggunanya. Sebab, layanan online gratis disenangi dan kerap kali menjadi sasaran empuk para teroris untuk segera memanfaatkannya.
Tanpa peduli negara apa yang menawarkan layanan tersebut. Itulah yang diungkapkan oleh mantan petinggi NSA yang kini menjabat sebagai pimpinan Central Intelligence Agency (CIA), Michael Hayden.
Dilansir Softpedia, Rabu (18/9/2013), dalam pemaparannya, Hayden mengatakan bahwa Gmail menjadi pilihan penyedia layanan internet favorit para teroris di dunia.
“Dengan ketersediaan Gmail secara gratis, tentu saja menarik perhatian para penjahat dunia untuk dimanfaatkan,” terangnya.
Pernyataan itu sejalan dengan cara pandang beberapa pejabat. Tetapi, mereka tetap mewanti-wanti jikalau program penyadapan data milik NSA, PRISM bisa mengubah cara telekomunikasi teroris di seluruh dunia. Sehingga, harus lebih berhati-hati dalam menjalankan aksinya.

Tidak ada komentar for: "Awas, Teroris Bertebaran di Gmail "
Leave a Reply